YI Lite 4K Resmi Dirilis, Kamera Action dengan Harga Terjangkau

Produsen kamera YI, yang dua tahun lalu memulai debutnya dengan memperkenalkan kamera pertamanya, kini kembali merilis kamera action dengan harga terjangkau. Kamera tersebut diberi nama YI Lite. Kamera ini merupakan upgrade dari generasi sebelumnya, yang lebih kompak dan ringan, dengan penggabungan fitur antara generasi pertama dan YI 4K.

Meskipun kompak, namun YI Lite telah dibekali dengan layar touch screen seluas 2 inci dengan resolusi 320 x 240 dan didukung layar Gorilla Glass yang digunakan untuk mengoperasikan kamera. Selain itu, YI Lite juga dibekali baterai lithium 1200mAh yang bisa dipakai hingga 140 menit untuk mengambil video 1080p / 60fps. YI Lite juga dilengkapi konektivitas Wi-Fi dan Bluetooth yang built-in.

Seperti pada dua produk sebelumnya, YI Lite tetap dibekali sensor Sony CMOS dengan aperture f/2,8. Sedangkan bagian lensanya, YI Lite dibekali dengan lensa 16MP. Sedangkan untuk upgrade-nya, YI Lite mampu merekam video dengan dua resolusi, yaitu 1080p maupun 4K. Pada video 1080p, telah mampu menangkap gambar 60fps, sedangkan pada video 4K yang bisa dihasilkan hanyalah 15fps, yang dibawah standar 4K yang biasanya 30fps.

Meski tidak dibekali fitur optical stabilization, YI Lite telah dibekali fitur electronic stabilization system yang mampu mendukung stabiltitas saat mengambil gambar. Hasil jepretan YI Lite mampu langsung dikoneksikan ke smartphone sehingga pengguna dapat dengan mudah menikmatinya.

YI Lite didesain sebagai kamera aksi yang ringkas dan ekonomis. Saat ini belum ada harga resmi yang dikeluarkan oleh pihak YI, namun diperkirakan harganya sekitar 100 USD atau setara dengan 1,3 jutaan. Harga yang sangat terjangkau untuk spesfikasi yang mumpuni ini.


Sony RX0 II, Kamera Aksi Mungil dengan Layar Lipat 180 Derajat yang Tahan Banting

Sebagai informasi, kurang lebih sekitar dua tahun lalu Sony pertama kali memperkenalkan seri kamera action bernama RX0 atau DSC-RX0 sebagai salah satu pesaing GoPro HERO, dan kali ini mereka pun akhirnya mengumumkan seri penerus perangkat tersebut lewat kehadiran Sony RX0 II atau model DSC-RX0M2 yang mampu tampil memukau dengan menonjolkan fitur layar lipat 180 derajat ke atas dan 90 derajat ke bawah untuk memudahkan vlogger atau blogger dalam mengambil foto selfie sesuai keinginan.

Masuk ke ranah spesifikasi, di atas kertas Sony RX0 II dipersenjatai prosesor gambar BIONZ X, sensor CMOS resolusi 15.3 megapiksel, dan lensa sudut lebar ZEISS Tessar T 24 mm aperture f/4.0 dengan jarak fokus minimal 20 cm untuk menjepret gambar pemandangan atau landscape. Sementara secara dimensi, ukuran kamera ini terlihat masih sangat identik dibandingkan generasi pendahulunya, yakni menggunakan body 59 x 40.5 x 35 mm dan bobot sebesar 132 gram agar dapat lebih fleksibel ketika diajak melakukan berbagai aktivitas ekstrim.

Layaknya kamera aksi pada umumnya, perangkat ini juga dibekali kemampuan tahan air hingga kedalaman 33 kaki, daya tahan terhadap tekanan dengan beban mencapai 400 pon sekaligus mampu menahan efek kerusakan akibat terjatuh dari ketinggian 6,5 kaki. Hal tersebut tentu sangat mambantu menambah rasa aman bagi para pencinta aktivitas luar ruangan yang sehari-hari bergelut dengan debu maupun hujan. Berkat kemampuan ini juga pengguna tak perlu khawatir bakal kehilangan momen istimewa yang sulit atau bahkan tidak bisa terabadikan menggunakan kamera biasa.


Setelah resmi diperkenalkan, Sony RX0 II dilaporkan bakal mulai tersedia dipasaran pada bulan April 2019 mendatang. Sedangkan untuk banderol harganya sendiri rencananya akan ada di kisaran angka USD 700 atau sekitar Rp9,9 jutaan. Bagaimana menurut Anda? Apakah harga tersebut masih sebanding dengan spesifikasi dan fitur yang ditawarkan oleh kamera ini?

Hadir Dengan Prosesor Ganda TruePic VIII, Olympus OM-D E-M1X Jadi Kamera Berstabilitas Terbaik di Dunia



Pasca diperkenalkan perdana di Center Valley, Pennsylvania, Amerika Serikat, pada Januari kemarin, Olympus secara resmi memboyong kamera mirrorless powerful OM-D E-M1X ke Indonesia. Lalu, apa saja keunggulan dari sebuah perangkat fotografi yang harganya dipatok hampir 50 juta rupiah ini?

Kamera yang punya garis keturunan dari OM-D ini ditujukan bagi para profesional yang rutin mengabadikan gambar bernilai tinggi di alam liar atau olahraga yang memacu adrenaline. Hal ini tercermin dari penyematan sensor gyro terbaru yang mampu menghadirkan kinerja stabilitas tertinggi di dunia, dengan kecepatan rana (shutter speed) hingga tingkatan 7,0. Itu jika hanya memanfaatkan teknologi pada bodinya sendiri. Begitu dikolaborasikan dengan lensa penstabil M.Zuiko Digital ED 12-100mm F4.0 IS PRO, kecepatannya naik hingga 7,5 step. Dengan fitur ini, penggunanya akan lebih mudah meringkus gambar pada cuaca redup atau malam hari.

Kinerja keseluruhan kamera lensa interchangeable ini sangat terbantu dengan adanya motor utama Double TruePic VIII. Prosesor gambar ini bukan hanya mempercepat proses start-up dari posisi off atau sleep. Namun juga menyuguhkan respons tingkat tinggi dan High Res Shot Mode hingga 50 megapixel. Pengguna juga dapat menikmati segudang fungsionalitas terbaru yang meliputi Live ND dan Intelligent Subject Detection AF yang mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligent berbasis Deep Learning. Duo prosesor ini juga kini mendukung kartu SD high-speed bertipe UHS-II.

Sebagai perangkat yang ditujukan bagi para pemburu momen di alam liar, OM-D E-MX1 mengemas tingkat durabilitas yang tak main-main. Ia disebut-sebut lulus uji splashproof yang bahkan jauh lebih berat dari tes IPX1. Tentu saja tidak hanya air. Kamera ini ikut dibekali resistensi terhadap suhu dingin atau debu. Maklum, bodinya saja dilapisi oleh teknologi Super Sonic Wave Filter yang sanggup bergetar hingga 30.000 kali per detik untuk menghilangkan debu atau kotoran yang menempel. Sekitar 10 persen lebih baik dari model sebelumnya. Jadi bisa dipastikan bahwa kamera ini andal di segala kondisi cuaca.

Terakhir, kamera mutakhir Olympus ini datang dengan membawa sistem sensor lapangan dan GPS bawaan, lalu sensor suhu, manometer, hingga kompas. Walhasil, segala informasi seperti suhu, tingkat ketinggian, serta arah kamera akan tersaji lengkap pada monitornya yang punya diagonal 3 inci ini.

Olympus OM-D E-M1X sudah mulai tersedia semenjak tanggal 20 Maret lalu. Untuk lebih tepatnya, banderol harga kamera profesional ini adalah Rp48.999.000. Setiap paket pembelian telah dihadiahi lensa spesial PWP Lens Zuiko PRO.

Canon EOS RP Akhirnya Resmi Masuk Indonesia, Harganya Dibanderol Mulai dari Rp19 Jutaan!

Ada kabar gembira bagi para pengguna setia Canon di Indonesia. Pasalnya, pabrikan kamera asal Jepang tersebut pekan ini telah resmi memboyong perangkat mirrorless full-frame generasi keduanya ke pasar dalam negeri. Harga yang dipatok memang bisa dibilang tidak murah, namun dengan berbagai fitur dan teknologi masa kini yang ditawarkan rasa-rasanya Canon EOS RP masih sangat layak untuk menjadi salah satu pemanis koleksi kamera profesional Anda.

Sebelum meluncur ke Tanah Air, Canon EOS RP sebenarnya lebih dulu menyambangi pasar Amerika Serikat tepat pada perayaan hari valentine pertengahan bulan Februari kemarin. Menurut Canon Division Director PT. Datascrip, Merry Harun, asal usul penamaan Canon EOS RP sendiri diambil dari produk pendahulunya, yakni Canon EOS R, dengan imbuhan huruf “P” yang terinspirasi dari kata “Populaire” atau populer dalam bahasa Perancis dan latar belakang sejarah kesuksesan kamera Canon di era tahun 1960-an.

Beralih ke ranah spesifikasi, kamera ringan dan ramping terbaru besutan Canon tersebut dipersenjatai sensor CMOS full frame 26,2 megapiksel yang dapat menghasilkan bidikan gambar berkualitas tajam dan menakjubkan dalam berbagai kondisi. Kinerja sensor di atas juga bakal ditopang oleh prosesor gambar DIGIC 8, fitur Auto Lighting Optimizer untuk mengatur area gelap terang lebih sempurna, serta dukungan rentang ISO 100-40.000 yang masih bisa diperluas menjadi ISO 50-102.400.

Selain itu, Canon EOS RP dilengkapi pula dengan teknologi Dual Sensing Image Stabilizer berbasis sensor gyroscopic dan sensor CMOS, sehingga pengguna bisa menjepret dengan kecepatan shutter hingga lima stop lebih lambat. Sementara untuk menghasilkan kemampuan autofokus super cepat tersedia fitur Dual Pixel CMOS AF hingga 0,05 detik. Hasilnya, dalam perekaman video berkualitas 4K pada 24 fps pun mampu ditangkap dengan cepat dan fokus akurat.

Terlepas dari itu, keberadaan fitur Touch & Drag AF dengan sentuhan dan gerakan jari di layar LCD vari-angle 3.0 inci sedikit banyak juga mampu memberikan kemudahan saat pengguna ingin memindahkan titik fokus. Sedangkan jika kondisi lingkungan sekitar tergolong banyak cahaya Anda bisa membidik melalu viewfinder elektronik (EVF) panel OLED 2.36 juta titik.

Selebihnya, Canon EOS RP dibekali sejumlah fitur pendukung yang sangat kekinian, salah satunya dari segi konektivitas berupa port Hi-Speed USB Type-C 2.0, Wi-Fi, Bluetooth Low Energy, serta aplikasi Canon Camera Connect untuk membantu transfer foto dari kamera ke smartphone secara wireless. Kamera berbobot 485 gram ini juga masih mempertahankan mount RF, sehingga para pemilik DSLR EOS masih bisa memanfaatkan koleksi lensa EF dan EF-S pada Canon EOS RP dengan tambahan mount adapter. Ada juga Feature Assistant yang mempermudah menjelajahi fungsi kamera serta pilihan Extension Grip (EG-E1) untuk genggaman tangan lebih besar.


Adapun terkait ranah penjualan, Canon EOS RP rencananya akan dipasarkan oleh PT. Datascrip dengan sistem pre-order mulai tanggal 11-22 Maret 2019. Banderol hargnya mulai dipatok sebesar Rp19.998.000 untuk body only dan naik menjadi Rp35.750.000 jika ingin membeli satu paket dengan lensa kit 24-105 mm f/4L IS. Dalam pemesanan periode ini nantinya pemilik juga bakal mendapatkan paket bonus dari Canon berupa Mount Adapter EF-EOS R, Connect Station CS100, dan Baterai LP-E17. Bagaimana menurut Anda? Apakah berminat untuk meminang kamera mirorrless full frame ini?