Vivo Y17 Resmi Debut di India, Berapa Harganya?

Setelah Vivo NEX Dual Display Edition dan Vivo V15Pro, Vivo semakin keranjingan untuk merilis smartphone triple camera. Harganya juga semakin terjangkau dan tidak semahal smartphone dengan sensor tiga kamera yang lebih dulu dirilis pabrikan HP asal China itu. Vivo diketahui merilis Vivo Y17 (2019) di India yang dibesut dengan dukungan AI triple camera di bagian punggungnya. Smartphone Vivo Y series ini juga menawarkan baterai tangguh, selain fitur kameranya yang jempolan .

Seperti halnya smartphone Vivo Y series lainnya, Vivo Y17 memiliki penampilan layar dengan frame tipis dan notch waterdrop mungil di atas layarnya. Bagian belakangnya juga tampil stylish dengan finishing glossy dengan aksen warna gradasi. Vivo Y17 berbekal layar LCD 6.3 inci dengan resolusi HD+ dan aspek rasio 19.3:9. Dapur pacunya juga cukup lumayan untuk smartphone mid-range, Vivo Y17 diperkuat chipset Helio P35 yang dibangun dengan proses fabrikasi 12 nm FinFET octa-core 2.3GHz. Untuk saat ini Y17 hanya tersedia dalam RAM 4GB dan memori internal 128GB.

Vivo Y17 dibekali dengan baterai jumbo berkekuatan 5,000 mAh, lengkap dengan dukungan fitur fast charging 18W. Untuk penikmat game mania, Vivo juga membenamkan fitur Ultra Game Mode yang meningkatkan kinerja smartphone untuk bermain game yang tidak lepas dengan support chip Helio P35. Namun kekuatan terbesar Vivo Y17 ini terdapat pada sektor kameranya berkat dukungan triple camera di bagian punggungnya. Vivo menghadirkan tiga kamera belakang, masing-masing kamera utama 13MP dengan aperture f/2.2, lengkap dengan PDAF dan LED flash. Kamera keduanya 8MP sebagai lensa ultra-wide angle dan kamera ketiga 2MP merupakan lensa depth sensor. Triple camera Vivo Y17 juga mendukung AI Super Wide-Angle Camera yang memiliki sudut 120 derajat. Sedangkan di bagian depan terdapat kamera selfie 20MP dengan aperture f/2.0 yang tertanam di dalam notch waterdrop smartphone ini.


Bertabur fitur kamera canggih, baterai jumbo, dan fitur keren untuk para gamers, Vivo Y17 juga ditawarkan dengan harga terjangkau. Vivo membanderol Y17 dengan harga INR 17,990 atau setara dengan Rp3,6 juta. Smartphone ini tersedia dalam warna Mineral Blue dan Mystic Purple. Untuk saat ini Vivo Y17 baru dipasarkan di India.

Pemerintah China Akui E-Sport Sebagai Pekerjaan Resmi, Indonesia Kapan?


Kira-kira hanya sekitar satu dekade silam, tak ada yang menyangka jika pertumbuhan industri game bakal secepat dan sebesar seperti sekarang ini. Setelah diakui sekaligus dipertandingan sebagai cabang olahraga di gelaran Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, sekarang ada satu lagi alasan untuk mempertahankan asumsi bahwa menjadi atlit e-Sport merupakan aktivitas yang bisa membuat orangtua bangga. Pasalnya, China sebagai salah satu negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia akhirnya mengakui gamer profesional sebagai profesi resmi.

Sebagai informasi, profesi atlit e-Sport dan operator e-Sport masuk dalam daftar 13 jenis pekerjaan baru yang didalamnya termasuk insinyur teknik dan kecerdasan buatan (AI), personel teknik dan teknisi Internet of Things, instalasi dan debugging Internet of Things, personel teknik Big data, teknisi cloud system, manajer digital, pilot drone, operator sistem robot industri, manajer agribisnis, dan lain sebagainya.

Kemajuan teknologi serta perkembangan e-Sport yang sudah tidak bisa dibendung lagi menjadi salah satu alasan dari kebijakan yang digelontorkan oleh pemerintah Negeri Tirai Bambu ini. Berkat pengakuan e-Sport sebagai pekerjaan resmi, berarti pemerintah siap mengambil peran lebih lanjut dalam mengatur tingkat persaingan, kestablian ekosistem, serta regulasi terkait kesejahteraan para atlet e-Sport profesional, sehingga kedepannya bakal memudahkan mereka untuk berinovasi dan mengurus masalah administrasi seperti mengatur pajak atau mendapatkan visa kerja.

Terlepas dari itu, di Indonesia sendiri aktivitas e-Sport juga semakin banyak diganderungi oleh kalangan anak muda. Meski begitu, citranya masih cukup buruk di mata sebagian besar orangtua karena dianggap berperan penting dalam memberikan efek candu bagi pelajar sehingga berpotensi membuat pendidikan mereka terbengkalai. Namun, menariknya paradigma negatif tersebut kian berkurang seiring munculnya cabor e-Sport di ajang bergengsi sekelas Asian Games, begitu juga dengan semakin banyaknya turnamen e-Sport amatir atau profesional di berbagai pelosok daerah yang sedikit banyak juga mampu memberi pemasukan bagi para pemain game untuk tetap bertahan.

ASUS ZenFone 6 Menyambangi Geekbench, Ungkap Spesifikasi Kunci Chipset Snapdragon 855

ASUS ZenFone 6 menyambangi Geekbench dengan nomer model ASUS_I01WD dan merupakan perangkat yang sama yang telah menerima sertifikasi dari Wi-Fi Alliance baru-baru ini. ZenFone 6 mencetak 3,527 poin dalam tes single-core, sedangkan dalam tes multi-core ponsel ini mengantongi poin 11,190. Dalam data Geeekbench terungkap bahwa ZenFone 6 akan menjalankan sistem operasi Android 9 Pie serta jeroannya akan ditenagai chipset Snapdragon 855 yang merupakan chipset high-end terbaru dari Qualcomm. Chipset ini akan dipadu dengan RAM kapasitas 6GB.

Dari segi desain dan penampilan, masih banyak yang belum diketahui mengenai ASUS ZenFone 6 ini. Berdasarkan bocoran yang pernah muncul akhir tahun lalu, di mana memamerkan prototipe ZenFone 6, menunjukkan takik yang unik di sudut kanan. Ada dugaan ASUS ZenFone 6 akan memiliki layar dengan lubang untuk kamera depan (punch hole) atau mungkin takik seperti tetesan air (waterdrop notch). Kamera yang akan diusung ponsel ini juga masih menjadi misteri, dengan bocoran lain sebelumnya mengatakan akan memiliki tiga kamera belakang.

Bagaimanapun juga bocoran di atas masih berupa rumor belaka, dan pihak ASUS sampai saat ini masih belum mengeluarkan informasi resminya terkait ZenFone 6 produk ini. Acara peluncuran disebutkan akan dilaksanakan di Spanyol tanggal 16 Mei 2019, dan diharapkan ASUS tidak hanya merilis satu model saja, melainkan beberapa model sekaligus seperti tahun-tahun sebelumnya. Kita tunggu berita selanjutnya.

Xiaomi Catatkan Paten Smartphone Notch dengan Dual Kamera Selfie, Tapi Notch-nya Ada di Bawah


Smartphone dengan desain poni atau notch cukup populer tahun lalu. Biasanya letak notch atau takik tersebut berada di bagian atas, sehingga beredar istilah smartphone berponi. Namun notch yang satu ini berada di bagian bawah layar atau dagu ponsel. Menariknya, Xiaomi tertarik untuk mengembangkan smartphone dengan notch di bagian dagu ini dengan mendaftarkan patennya ke lembaga World Intellectual Property Organization (WIPO). Uniknya, smartphone dengan takik di bagian bawah tersebut memiliki dual kamera selfie.
Bukan hanya sekedar banyolan April Mop, namun Xiaomi juga telah mendapatkan lisensi dari lembaga paten WIPO untuk smartphone notch dengan dual kamera selfie di bagian bawah. Lisensi paten ini berhasil didapatkan Xiaomi akhir Maret 2019 lalu. Selain lisensi, juga beredar sketsa smartphone Xiaomi dengan desain notch untuk menempatkan dual kamera selfie di bagian bawah layar. Letak notch tersebut tepat berada di bagian tengah dagu bawah smartphone.
Tidak cukup 1 lisensi saja, Xiaomi juga mendapatkan lisensi untuk smartphone notch dengan dual kamera selfie, namun letak notchnya ada di pojok kanan bawah dan pojok kiri bawah layar. Desainnya cukup unik. Kedua rancangan smartphone Xiaomi dengan notch dengan dual kamera selfie tersebut sama-sama memiliki dual kamera utama di bagian punggungnya. Dual kamera utamanya bersusun vertikal di pojok kiri atas.
Untuk saat ini Xiaomi memang telah mengantongi lisensi untuk rancangan smartphone berdesain notch dengan dual kamera selfie tersebut. Terdapat dua varian, yakni dual kamera selfie dengan notch di bagian tengah bawah dan satu lagi variannya memiliki notch di pojok kiri bawah dan pojok kanan bawah. Kendati demikian belum tentu smartphone tersebut diproduksi secara massal. Selain itu Xiaomi beberapa waktu lalu juga sempat diketahui mematenkan smartphone dengan desain dual kamera selfie. Bedanya, dual kamera selfie ini berada di dalam layar atau desain punch-hole yang berada di bagian atas layar. Meski telah beredar paten serta gambar sketsa smartphone dengan notch bawah dual kamera tersebut, Xiaomi diperkirakan akan melakukan riset lebih jauh sebelum benar-benar memproduksi perangkat tersebut di pasaran.